1. Hidup di rawa-rawa atau di daerah banyak air, membentuk rumpun atau bantalan.
2. Protonema berbentuk daun kecil dengan tepi daun yang bertoreh, terdiri atas satu lapis sel, menempel pada alas dengan rizoid. Tiap protonema hanya akan membentuk satu gametofor.
3. Gametofor terdiri atas batang-batang yang bercabang dengan daun-daun. Tidak ada rusuk tengah pada daun. Gametofor tidak mempunyai rizoid.
4. Daun tersusun atas sel-sel yang berkloroplas dan sel-sel yang mati dan kosong.
5. Batang bercabang-cabang tegak dan membentuk roset di ujung.
6. Jaringan pada batang seperti spons parenkim, sama dengan mesofil daun.
7. Gametangium terdapat pada cabang-cabang yang khusus. Cabang yang mendukung anteridium pada ketiak daun, sedang cabang yang mendukung arkegonium pada ujung cabang. Arkegonium dibentuk berkelompok dan dilindungi oleh periketium.
8. Sporogonium bertangkai pendek dengan kaki haustorium yang kemudian berkembang menjadi pseudopodium.
9. Seta hanya merupakan lekukan antara kaki dan kapsul. Kapsul spora mempunyai tutup tetapi tidak terdapat peristom. Kolumela berbentuk setengah bola.
10. Contoh : marga Sphagnum yang terdiri atas 336 jenis.
Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan
Kamis, 29 Juli 2010
Ciri-Ciri Bangsa Selaginellales (Paku Rane, Paku Lumut)
Bangsa Selaginellales hanya terdiri atas satu suku Selaginellaceae dengan satu marga Selaginella yang meliputi kurang lebih 700 jenis. Habitusnya dalam beberapa hal menyerupai Lycopodineae. Ada jenis yang berukuran kecil mirip dengan lumut hati yang berdaun dan tumbuh diantara tumbuhan lumut, sehingga dinamakan juga paku lumut.
Di dekat percabangan batang terdapat alat tambahan yang dinamakan rizofora atau pendukung akar. Rizofora bentuknya seperti batang tetapi tidak berdaun, tumbuh ke bawah menuju tanah dan pada ujungnya tumbuh akar.
Daun-daun kecil, tersusun spiral atau berhadapan pada batang. Pada bagian bawah sisi atas daun terdapat sisik yang dinamakan ligula, berfungsi sebagai alat penghisap air, dan seringkali mempunyai hubungan dengan berkas pengangkut.
Selaginella bersifat heterospor. Sporangium terdapat dalam strobilus menghasilkan mikro dan megaspore yang terpisah-pisah tetapi keduanya ditemukan dalam satu rangkaian sporofil. Dinding sporangium terdiri atas 3 lapis, tapetum dilapisan paling dalam berguna untuk memberi makanan kepada spora. Spora sudah mulai perkembangannya membentuk protalium sejak masih di dalam sporangium.
Setelah satu atau beberapa arkegonium dibuahi, mulailah perkembangan embrio yang bersifat endoskopik. Untuk membebaskan diri dari protalium, embrio tersebut membelok seperti pada Lycopodium. Calon akar baru dibentuk kemudian. Pertumbuhan memanjang berlangsung dengan perantaraan suatu sel ujung sebagai sel pemulanya.
Di dekat percabangan batang terdapat alat tambahan yang dinamakan rizofora atau pendukung akar. Rizofora bentuknya seperti batang tetapi tidak berdaun, tumbuh ke bawah menuju tanah dan pada ujungnya tumbuh akar.
Daun-daun kecil, tersusun spiral atau berhadapan pada batang. Pada bagian bawah sisi atas daun terdapat sisik yang dinamakan ligula, berfungsi sebagai alat penghisap air, dan seringkali mempunyai hubungan dengan berkas pengangkut.
Selaginella bersifat heterospor. Sporangium terdapat dalam strobilus menghasilkan mikro dan megaspore yang terpisah-pisah tetapi keduanya ditemukan dalam satu rangkaian sporofil. Dinding sporangium terdiri atas 3 lapis, tapetum dilapisan paling dalam berguna untuk memberi makanan kepada spora. Spora sudah mulai perkembangannya membentuk protalium sejak masih di dalam sporangium.
Setelah satu atau beberapa arkegonium dibuahi, mulailah perkembangan embrio yang bersifat endoskopik. Untuk membebaskan diri dari protalium, embrio tersebut membelok seperti pada Lycopodium. Calon akar baru dibentuk kemudian. Pertumbuhan memanjang berlangsung dengan perantaraan suatu sel ujung sebagai sel pemulanya.
Langganan:
Postingan (Atom)